Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Anak Buruh di Jember Mampu Menjadi Wisudawati Terbaik. Foto: Unej

Hidup Dengan Keterbatasan Ekonomi, Anak Buruh di Jember Mampu Menjadi Wisudawati Terbaik

Menjadi seorang sarjana selalu menjadi impian semua anak muda Indonesia maupun dunia. Dikatakan menjadi impian karena belum semua bisa menjadi menjadi seorang sarjana. Terkadang selalu ada yang menjadi penghalang, seperti persoalan pembiayaan, waktu hingga faktor pernikahan muda.

Namun jika memang memiliki kesungguhan untuk meraih sarjana, jalannya akan terbuka lebar asal selalu dibarengi dengan doa dan ketekatan diri.

Seperti kisah Erwinda Viantasari, gadis asal Jawa Timur ini yang akhirnya mampu menjadi seorang sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92.

Perjuangan Erwinda tidaklah mudah, karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Kedua orang tuanya, Pairin dan Siti Atiqah kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu.

Semasa menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Erwinda sempat ingin putus sekolah karena orang tua yang tidak mampu membiayai. Namun karena prestasinya yang sangat baik, Erwinda selalu mendapat keringanan.

"Sewaktu duduk di SMPN 2 Bangorejo, Banyuwangi, saya sudah hampir putus sekolah karena orang tua tidak mampu lagi membiayai sekolah. Tapi karena prestasi saya yang baik maka guru-guru di SMPN 2 Bangorejo sepakat mendaftarkan saya ke SMAN 1 Genteng, Banyuwangi," ucap Erwinda.

SMAN 1 Genteng sendiri adalah salah satu SMA paling favorit di kota Banyuwangi. Setelah lulus di SMAN 1 Genteng, Erwinda masuk di Universitas Jember. Tak jauh beda dengan SMP dan SMA, saat kuliah juga Erwinda mendapatkan beasiswa karena Prestasinya.

"Alhamdulillah saya sejak awal kuliah, mendapat bantuan beasiswa bidikmisi. Kalau tidak, sepertinya saya tidak mungkin bisa kuliah," sebut Erwinda.

Kala masih SMP, Erwinda selalu mendapatkan ranking pertama secara paralel di sekolahnya selama lima semester hingga lulus. Begitupula ketika di SMA, Erwinda masuk dalam kelas unggulan dan namanya jadi langganan dalam deretan tiga besar siswa terbaik. Tak hanya itu saja, Erwinda juga pernah meraih juara satu ajang Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi se-Kabupaten Banyuwangi. Namun yang paling berkesan dihati Erwinda ketika dirinya meraih juara dua lomba desain batik khas Banyuwangi.

"Tapi yang paling berkesan adalah saat saya meraih juara dua lomba desain batik khas banyuwangi. Walau hanya dapat juara kedua tetapi desain batik karya saya menjadi batik resmi SMAN 1 Genteng hingga kini," ungkap Erwinda.

Tak habis juga prestasinya, saat menjadi Mahasiswi pun Erwinda mampu meraih peringkat 10 besar di ajang Olimpiade Sains Nasional 2017 di Yogyakarta. Erwinda juga masuk dalam tim Olimpiade Nasional MIPA Universitas Jember pada tahun 2019 lalu.

"Sedari kecil saya memang bercita-cita jadi guru. Oleh karena itu saya memilih kuliah di FKIP Universitas Jember. Sebab saya ingin mendidik anak-anak agar mampu meraih cita-citanya, terutama anak-anak yang kurang mampu seperti saya," sebut Erwinda.

Dengan pengalaman yang keras serta keadaan yang tidak seindah anak-anak lainnya, Erwinda berpesan untuk seluruh anak-anak tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita memperoleh pendidikan yang lebih baik. karena jika mau berusaha keras dan berdoa, maka tidak ada yang tidak mungkin.


Share to: