Foto
Rilis BPS Mei 2019 Laju Inflasi di Indonesia/Vertanews

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks harga konsumen sepanjang Mei 2019 menciptakan posisi inflansi 0,68%. Indeks inflansi tersebut terjadi karena geliat konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idhul Fitri 1440 Hijriah meninggi.

Penyebab tersebut tentu saja mempengaruhi pertumbuhan inflasi pada semester I 2019 dimulai pada Januari-Mei 2019 atau year to date (ytd) mencapai 1,48% dan inflasi tahun ke tahun (year or year) sebesar 3,32%.

Artinya jika dikomparasikan dengan inflansi periode sama dua tahun terakhir pada momen ramadan memiliki progres yang signifikan. Dari data BPS pada Mei 2019 terjadi inflasi bulanan mencapai 0,68% (month to month) meningkat 47 poin dibandingkan pada laju inflasi Mei 2018 yang hanya di posisi 0,21% dan lebih tinggi 29 poin ketimbang inflasi Mei 2017 yang hanya sebesar 0,39%.

"Dibandingkan Mei 2018 dan 2017. (tahun) ini lebih besar. Namun ini tidak bisa dibandingkan secara langsung, karena pada 2017 puasa (periode ramadan) baru mulai di 25 Mei 2017 dan 2018 puasa 25 Juni 2019. Sedangkan tahun ini puasa pada 5 Mei 2019," kata Kepala BPS, Suhariyanto dalam konfrensi pers, Senin, 10 Juni 2019.

Menurut Suhariyanto laju inflansi pada Mei 2019 ini diluar ekspektasi dari Bank Indonesia. Sebab, sebelumnya Bank Indonesia mengeluarkan asumsi inflansi 2019 hanya bergerak pada 0,47%.

Dari komponen inflasi di bulan Mei 2019 dipicu pada kenaikan harga kelompok harga barang-barang bergejolak atau volatille foods. Adapun kelompok ini adalah kebutuhan pangan seperti sembako, dan sayur-mayur.

Dari catatan BPS volatile foods menyumbang sedikitnya 0,43% dalam inflamsi nasional. Namun dari kompenennya sendiri tingkat inflansi volatile foods sendiri mencapai 2,18%.

"Pemintaan barang terutama makanan meningkat selama Ramadan. Kami melihat ini adalah penyebab utama," ucap Suhariyanto.

Komponen barang lainnya yang dinilai memiliki andil besar dalam perkembangan laju inflansi pada Mei 2019 adalah harga tarif inti atau core inflantion yang menyumbang 0,16% di tingkat nasional. Namun komponennya memiliki tingkat inflasi 0,27% pada Mei 2019.

"Secara tahunan kita bisa melihat inflasi inti ini 3,12% yoy(year or year) jadi masih di atas tiga persen. Jadi ini sekaligus menjawab bahwa tidak mencerminkan pelemahan daya beli," imbuhnya.


Share to: