Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Foto: Instagram/@makassar_iinfo

Dapat Orderan Mistis, Driver Ojol ditemukan di Semak-semak, Motor Nyangkut di Pohon Bambu

Baru-baru ini beredar sebuah video di media sosial, dimana sebuah sepeda motor milik pengemudi ojek online (ojol) nyangkut di pohon bambu.

Hal itu diketahui melalui akun Facebook Wawan Suprianto yang direpost ulang oleh akun Instagram @makassar_iinfo, pada Selasa, 10 September 2019. 

Kejadian mistis tersebut bermula saat driver ojol yang mendapat sebuah orderan mengantarkan penumpang di daerah Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta.

Kemudian Pria driver ojol tersebut pun berhenti di depan sebuah rumah kosong, lalu ada seorang bapak-bapak yang keluar dari sebuah gang dan hendak pergi ke masjid.

Bapak-bapak itu pun memberhentikan driver ojol itu. Dia meminta kepada sang driver untuk mengantar seseorang yang belum jelas siapa orangnya.

“Mas, kuwi terno neng ringin Pakualam. Nek wedi, spione diwalik wae. Mengko nek uwis, rene eneh, tak resiki motormu (Mas, itu tolong diantarkan ke pohon bambu Pakualam. Kalau takut, kaca spionnya dibalik saja. Nanti kalau sudah, ke sini lagi, saya bersihkan motormu),” kata bapak itu yang berbicara menggunakan bahasa Jawa seperti yang diceritakan dalam unggahan Wawan Suprianto.

Setelah itu, sang driver ojol pun mengantarkan penumpang misterius tersebut. Namun sebuah kejadian aneh pun dirasakannya, driver ojol tersebut merasa sedang disenderi sesuatu yang sangat dingin, sedingin es batu.

Hingga sampailah di sekitar kebun bambu, kejadian aneh yang diluar nalar pun terjadi. Entah apa yang terjadi sebenarnya pada malam itu. Hanya saja motor yang dikendarai ojek online itu ditemukan sudah menyangkut di atas pohon bambu.

Sementara keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB sang driver ojol ditemukan sedang tertidur pulas di semak-semak yang penuh rumput.

Anehnya, menurut informasi warga setempat, driver ojol yang sedang tidur pulas di semak-semak ini berada di seberang sungai alias melompati kebun dan sungai. (Sumber: Panrita)


Share to: