Foto
Sejarah Bendera Setengah Tiang Sebagai Tanda Berkabung. Foto: Istimewa

Sejarah Bendera Setengah Tiang Sebagai Tanda Berkabung

Rakyat Indonesia baru saja kehilangan sosok nasionalis dan inspiratif, Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie meninggal dunia pada pukul 18:05 WIB, Rabu 11 September 2019 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Pria yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 itu menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 83 tahun. Ia meninggal karena sakit yang dideritanya dan dirawat intensif sejak 1 September 2019.

BACA JUGA: Semasa di Jerman, Habibie Pernah Dijuluki 'Mr Crack'

Foto: Istimewa

Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum BJ Habibie, Presiden ketiga RI, masayarakat dan para pejabat pemerintahan pusat maupun daerah diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang.

BACA JUGA: BJ Habibie Tutup Usia, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan

Pengibaran bendera setengah tiang ini selama tiga hari berturut-turut, yakni mulai hari ini 12 September hingga 14 September 2019.

Pengibaran bendera setengah tiang ini, berdasarkan surat edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor B-1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019.

Bendera setengah tiang adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kegiatan pengibaran bendera yang di kibarkan di tengah-tengah tiang. Di banyak negara, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan, berkabung, atau kemalangan.

Tradisi mengibarkan bendera setengah tiang sudah dimulai pada abad ke-17. Tindakan ini dipercaya bisa membuat "bendera kematian yang tak terlihat" berkibar di puncak tiang, yang menandakan kehadiran orang yang telah tiada. 

BACA JUGA: Hanung Bramantyo: Habibie Selalu Siapkan Meja Makan dan Kursi Untuk Ainun yang Telah Tiada

Di beberapa negara, misalnya di Britania Raya, bendera kerajaan tidak pernah dikibarkan setengah tiang karena selalu ada raja/ratu yang akan menggantikan pendahulunya yang telah wafat.

Ketika akan mengibarkan bendera setengah tiang, bendera tersebut harus digerek hingga mendekati finial (puncak tiang) untuk beberapa saat, kemudian baru diturunkan menjadi setengah tiang, begitu juga ketika hendak diturunkan, bendera tersebut harus dinaikkan mendekati finial, dan kemudian baru diturunkan sepenuhnya.

Di Indonesia sendiri pun bendera setengah tiang kerap kali dikabarkan pada tanggal tertentu. Berikut ulasannya.

30 September — memperingati tragedi pengkhianatan G30S/PKI.

12 Oktober — memperingati peristiwa Bom Bali I.

26 Desember — memperingati tsunami dan gempa bumi Samudera Hindia 2004 di Aceh.

Berkala — setelah kematian presiden/wakil presiden/mantan presiden atau tokoh besar lainnya yang memberi pengaruh besar untuk daerah/negara. Seperti bendera negara dikibarkan setengah tiang selama seminggu setelah kematian Soekarno, Soeharto, dan Abdurrahman Wahid.

Berkala — pada hari setiap terjadi bencana nasional maupun aksi terorisme.

Pada hari berkabung nasional lainnya.


Share to: