Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
sumber foto : pixabay

Dilaporkan Sebar Foto Bugil Isti Sirri, DPC PKB Lakukan Rapat Investigasi

Salah satu politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang berinisial K dilaporkan untuk kasus pencemaran nama baik penyebaran foto bugil. Dalam kasus ini, korbannya adalah S, warga desa warga Desa Bakalan, Bululawang, yang diketahui adalah istri sirri dari politisi PKB asal Turen tersebut.

Politikus K dilaporkan sendiri oleh S dan kuasa hukumnya pada tanggal 10 September lalu ditemani kuasa hukumnya, Dahri Abd Salam. Mereka melaporkan melayangkan laporan dugaan tersebut ke Polres Malang. Saat ditanya, Dahri mengiyakan bahwa laporan tersebut karena kline-nya merasa dirugikan dengan foto bugilnya disebarkan oleh istri sah K, yakni EW."Tentu klien saya tidak terima dengan hal ini," katanya.

Lawyer dari Abdussalam & Associates Law Firm itu menjelaskan bahwa S pada Agustus 2018 lalu dinikahi oleh K dengan bantuan seorang ustadz di Prigen, Pasuruan. Pernikahan itu terjadi setelah sebelumnya dia kenal S pada Maret 2018 itu. K diduga sering megajak S ketika ada kunjungan kerja dewan ke luar daerah."Bahkan pada bulan Maret itu dia (S) sampai berhubungan badan dengan K di salah satu hotel berbintang di Surabaya," imbuhnya.

Selang beberapa waktu, hubungan gelap mereka berdua terbongkar oleh EW, istri sah K. Lantas pihaknya meminta S agar menjauhi suaminya."Namun selain menyuruh agar menjauhi suaminya, EW ternyata juga mengirim foto S yang didapat dari ponsel K," terangnya. Menurut Dahri, S sudah meminta agar menghapus foto tersebut ke K, namun belum juga di hapus.

Karena hubungan gelapnya sudah merasa terbongkas, lantas S menjauh dari K sesuai dengan permintaan istrinya."Begitupun ketika diajak berhubungan badan pihaknya tidak pernah mau lagi," imbuhnya. Namun hal itu tampaknya ditanggapi berbeda oleh K, Ia justru melaporkan S atas dugaan penipuan dan penggelapan uang. Padahal menurut Dahri, S tidak pernah melakukan hal sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.

Dua menceritakan bahwa S suatu waktu, saat ia statusnya sudah dinikahi memang pernah meminta pertimbangan kepada K atas keinginannya untuk meminjam uang kepada Bank buat modal usaha bisnis pasir."Namun K melarang. sebaliknya ia memberi uang kepada S sebesar Rp. 100 juta untuk mewujudkan keinginan usahanya itu," katanya. Beberapa waktu kemudian bahkan K kembali memberi uang lagi sebesar Rp. 90 juta dan 5 juta kepada S.

lantas setelah S menjauh tersebut, diduga karena kesal K meminta uang yang pernah ia berikan tersebut agar dikembalikan lagi."Sampai akhirnya kuncoro melaporkan S ke Polres Malang atas dugaan penipuan serta penggelapan. padahal kan tidak pernah ada akad meminjam," tegasnya.

Karena Merasa tidak pernah melakukan penipuan inilah, akhirnya SW menunjuk Dahri agar menjadi kuasa hukumnya untuk melaporkan balik KC ke polisi. tidak hanya itu, melalui kuasa hukumnya tersebut ia juga berkirim surat ke Kantor DPC PKB Kabupaten Malang. "Tuntutan kami ke DPC PKB, meminta yang bersangkutan diberhentikan dari jabatan sebagai anggota dewan," tegasnya.

Sementara Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang Muslimin menanggapi kasus ini. Namun, bagaimana tindakan partai terkait dengan kasus yang melibatkan anggotanya tersebut pihaknya mengaku masih ingin mengklarifikasi. Disamping itu pihak partai juga akan membentuk tim investigasi untuk mencari data kebenaran tersebut.

Menurutnya hari ini pihak DPC PKB akan melakukan rapat internal untuk membahas terkait hal itu serta membentuk tim investigasi. sedangkan ditanya terkait dengan ancaman hukum yang kira-kira akan dilimpahkan kepada Kuncoro, pihaknya mengatakan belum tahu pasti."Kami akan rapat dulu dan mencari kelengkapan data dulu terkait kasus tersebut," tutupnya.

(Tugu Malang)


Share to: