Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
sumber foto : pixabay

Fakta Dari Siswa Pendiam Yang Menusuk Begal di Malang

Siswa SMA dengan inisial ZA menusuk seorang begal hingga tewas di kawasan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Ia mengaku membela diri.

Akibat perbuatannya, ZA harus berurusan dengan kepolisian. Namun, kini ZA sudah bisa menghirup udara bebas. Ia hanya dikenakan wajib lapor. Bersalah atau tidaknya ZA masih akan diproses di pengadilan.

Berikut fakta-fakta terkait kasus tersebut.

1. ZA Naik Pitam Karena Pacarnya Ingin Disetubuhi Begal

Awalnya ketik dihadang begal ZA sudah pasrah. Barang berharganya sudah diserahkan. Mulai dari handphone hingga kunci motor. Namun, begal ingin menyetubuhi pacar ZA. Hal itu yang membuat ZA naik pitam dan melakukan penusukan."Saya tidak terima pacar saya mau disetubuhi begal, langsung saya tusuk begal dengan pisau," kata ZA kepada wartawan di Polres Malang.

2. Usai Tusuk Begal, Langsung Pulang ke Rumah

Usai melakukan penusukan. ZA langsung pulang kerumah. Bahkan dia bercerita ke ibunya tentang kejadian yang menimpanya. Dia juga menunjukkan pisau yang berlumuran darah. Pisau tersebut langsung dia cuci dan disimpan di bawah kasurnya.

3. Orang tua takut ZA Bunuh Diri

Orang tua ZA mengaku takut anaknya melakukan bunuh diri. Karena sejak pulang hingga pagi hari ZA tidak bisa tidur. Berulang kali dia keluar masuk kamar dengan pandangan kosong. Bahkan ibu ZA selalu mengawasi setiap kali dia keluar kamar. Karena ZA terlihat shock dan penuh pikiran. Dia dihantui rasa bersalah.

4. ZA sempat menceritakan kejadian ke temannya

Usai melakukan penusukan ZA sempat curhat ke beberapa temannya. Dia mengaku sedang terkena masalah yang cukup besar. Sehingga membuatnya tertekan dan bingung harus melakukan apa. Dia bahkan mengaku sudah menusuk orang. Setelah itu hpnya non aktif.

5. Sempat takut menyerahkan diri

Ibu ZA sempat memberikan saran agar anaknya menyerahkan diri. Namun, usulan itu ditolak karena ZA merasa takut. Dia ketakutan karena usai menusuk orang hingga tewas. Akhirnya keluarga hanya bisa menyuruh ZA untuk pasrah. Jika ada polisi yang datang cerita saja sebenarnya. Akhirnya, ZA bertindak kooperatif saat ditanya polisi dan di bawa ke Polres Malang.

6. Polisi Bebaskan ZA

Pada tanggal 11 September kemarin, polisi membebaskan ZA, meski statusnya tetap sebagai tersangka. Alasan pembebasannya karena ZA masih berstatus pelajar. Sedangkan menurut pengamat pidana dari Fakultas Hukum UMM Muhammad Najih, ZA bisa lepas dari jerat pidana, jika mampu membuktikan kalau dia terpaksa melakukan penusukan untuk membela diri. Karena inilah, Najih berharap ada kuasa hukum yang mendampingi ZA, agar bisa membuktikan pembelaannya.

(Tugu Malang)


Share to: