Foto
sumber foto : pixabay

Kemarau Panjang, BPBD Kabupaten Malang: 8 Desa Alami Kekeringan

Hingga pertengahan September, musim kemarau telah berlangsung. Hal ini berdampak pada pasokan air bersih di sejumlah sumur warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, mencatat ada delapan desa yang mengalami kekeringan.

Desa tersebut adalah Sumberagung, Ringinsari, Druju dan Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Desa Sumberejo Dan Pagak di Kecamatan Pagak. Desa Sumberpucung, Kecamatan Karangkates, dan Desa Donomulyo, Kecamatan Sumberoto.

Data tersebut berdasarkan laporan penanganan kekeringan BPBD Kabupaten Malang mulai Juli sampai September ini. Desa tersebut mendapatkan pasokan air bersih secara bergilir. Hal ini diterangkan oleh Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan.

Menurut Bambang, pihaknya secara rutin mengirimkan pasokan air bersih. "Iya kami rutin dan bekerjasama dengan beberapa organisasi," ungkap Bambang.

Hal senada juga disampaikan Fazar Ridhani selaku koordinator dari Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana). Fazar menyebut, warga Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang sangat membutuhkan pasokan air.

Bahkan dia mengaku mengandalkan penjual air bersih keliling saat kemarau panjang setiap tahunnya. Menurutnya, harga air yang berkisar Rp 50 hingga 60 ribu per galon dengan kapasitas 1000 liter itu hanya mampu memenuhi kebutuhan air selama tiga hingga empat hari.

“Air bersih digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, dan mandi. Beberapa rumah yang jumlah keluarganya banyak, akan lebih cepat kehabisan air,” terang Fazar.

Fazar menambahkan, Maharesigana sempat melakukan penggalangan Dana untuk mengirim air bersih itu. Tepatnya, penggalangan dana untuk bencana kekeringan telah diadakan pada 31 Agustus 2019 bertepatan dengan wisuda di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan dilakukan bekerjasama dengan Maharesigana.

“Penyaluran dana dilakukan dengan pendistribusian air bersih di Daerah Donomulyo dan Pagak selama empat hari (4-7 September),” jelasnya.

(Tugu Malang)


Share to: