Foto
Kerusuhan aksi 22 mei 2019 di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Foto : Prayogo/Vertanews

Pasca melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers, Eks Komandan Tim Mawar, Mayjen TNI (Purn) Chairawan, melanjutkan pelaporan ke Badan Reserse Kriminal Umum (Bareskrim) Polri. Pelaporan salah satu media tertua di Indonesia tersebut terkait pemberitaan Majalah Tempo soal 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah'.  

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019, mantan anggota Tim Mawar menduga adanya kaitan dengan aksi kerusuhan tersebut dan disebutkan berada di sekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan. Padahal dalam transkrip percakapan yang diperoleh Tempo dari pihak Kepolisian menyebutkan bagus jika terjadi kekacauaan, apalagi hingga menimbulkan korban. Dugaan tersebut juga diperkuat dua sumber di Badan Pemenangan Nasional (BPN).  

Dia juga mengatakan padahal kliennya menjamin tidak pernah mengatakan adanya intruksi membuat keonaran pada kericuhan rekapitulasi Pilpres 2019 di depan Gedung Bawaslu RI. Sebelumnya, mantan komandan Tim Mawar itu telah melaporkan Tempo ke Dewan Pers dengan membawa majalah tersebut sebagai bukti pelaporan. 

"Ya kesini melaporkan Majalah Tempo. Karena pemberitaan halaman depannya itu, saya keberatan. Hanya itu saja," Ungkapnya di Gedung Bareskrim Polri, Selasa 11 Juni 2019. 

Kuasa hukum Chairawan, Herdiansyah, mengungkapkan bahwa banyak akun media sosial yang menyebar informasi pemberitaan Majalah Tempo hingga viral. Dirinya menegaskan, apa yang ditulis Majalah Tempo tidaklah benar. 

"Kami ke Bareskrim untuk melaporkan akun-akun medsos yang turut serta menyebarkan informasi itu. Kami tegaskan bahwa Tim Mawar itu sudah tidak ada," ujar Herdiansyah.


Share to: