Foto
Kuasa Hukum Tim Mawar Saat Mengadukan Majalah Tempo/Vertanews/Firdausi Nuzula

Bareskrim Polri menegaskan telah menolak laporan eks Komandan Tim Mawar Mayjen (Purn) Chairawan dan tim penasihat hukumnya atas laporan investigasi Majalah Mingguan Tempo yang menujuk Tim Mawar sebagai biang keladi kericuhan dan upaya pemufakatan jahat pada 22 Mei 2019. 

Hal tersebut dijelaskan sendiri oleh penasihat hukum Chairawan, Herdianyah di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Juni 2019. 

"Iya (laporan ditolak) Barusan kami dari dalam (gedung Bareskrim) berdiskusi dan konsultasi dan adalah laporan kami belum diterima karena menunggu hasil dari Dewan Pers. Jadi dari kami rasa itu (alasan penolakan)," kata Herdiansyah kepada wartawan, Rabu, 12 Juni 2019. 

Herdiansyah masih meyakini bahwa laporannya itu bakal diterima oleh penyidik Bareskrim Polri, kendati adanya terjangan isu tidak sedap soal adanya pemufakatan jahat yang dilakukan untuk menghabisi empat tokoh nasional dan satu pemimpin media survei.  

"Konsultasi lah dengan polisi, karena beliau (Chairawan) merasa difitnah. Nanti unsur pidananya apa. Tapi nanti ke depan. Kita tunggu hasil Dewan Pers dulu hari Selasa depan," ujar Herdiansyah  

Seperti diketahui sebelumnya, pada Selasa, 11 Juni 2019 Tim Kuasa Hukum Mantan Kepala Tim Mawar kelompok bawah tanah Danjen Koppasus era Presiden Soeharto merasa keberatan dengan sejumlah pemberitaan milik Tempo. Mereka pun melaporkan kepada dua instansi, mulai dari Dewan Pers sampai dengan Bareskrim Polri. 

Tim Kuasa Hukum Tim Mawar pun sudah diterima oleh Wakil Ketua Dewan Pers Hendri Bangun, yang juga dalam konfrensi pers tersebut menyatakan pihaknya akan mendalami aduan pengacara dari Chairawan.


Share to: