Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
sumber foto : pixabay

Disalahgunakan, Facebook Hapus Akun Palsu di Indonesia

Pihak facebook terus melakukan pemeriksaan terhadap akun palsu dan beragam Pages (halaman) hingga group radikal yang ada di media sosialnya.

Facebook juga sudah mengumumkan kepada publik jika akun palsu yang ada merupakan akun yang diduga untuk melancarkan dalam upaya separatisme di Papua Barat agar lebih terorganisir. Sedangkan sebagian lainnya merupakan grou yang berlawanan dan mengkritisi dari pergerakan kemerdekaan tersebut.

Nathaniel Gleicher selaku Head of Security Facebook menuliskan dalam website newsroom.fb.comj ika sejumlah orang menggunakan akun palsu untuk penyebaran konten ke situs lain.

“Orang-orang di belakang jaringan ini menggunakan akun palsu untuk mengelola Pages, menyebarkan konten, dan mengalihkan pengguna ke situs lain,” tulisnya.

Dalam unggahan yang ada di sejumlah akun palsu yang ada, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris digunakan dalam penulisan kontennya. Walaupun akun palsu ini berusaha menyamarkan identitas, tetapi pihak facebook berhasil mengidentivikasi sejumlah akun yang ada dan berkaitan dengan salah satu media yang ada di Indonesia, InsightID.

Diketahui jika akun palsu yang dihapus oleh facebook mencapai 69 akun Facebook, 42 Pages, dan 34 akun Instagram. Beberapa Pages yang dihapus pun diantaranya bernama Papua West dan West Papua Indonesia.

Gleicher juga menjelaskan jika jumlah pengikut dalam akun palsu tersebut juga cukup besar, sekitar 410.000 akun mengikuti setidaknya satu laman yang ada di facebook. Sedangkan untuk Instagram, sekitar 120.000 juga mengikuti lebih dari satu aku palsu yang ada.

Pemilik dari akun palsu tersebut juga mengeluarkan uang sebesar 300.000 dollar AS atau setara dengan 4,2 miliar rupiah untuk lebih bekerja optimal dalam penyebaran konten melalui Facebook Ads. 

Penghapusan Facebook palsu ini pun tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi di beberpa negara seperti Uni Emirat Arab, Nigeria, dan Mesir. Tetapi akun palsu yang ada di beberapa negara ini saat diselidiki lebih lanjut, tidak adanya keterkaitan satu sama lain.

“Kampanye-kampanye akun palsu (di Uni Emirat Arab, Nigeria, Mesir, dan Indonesia) ini tidak saling terkait. Tapi masing-masingnya membuat jejaring akun palsu untuk menyesatkan pengguna lain tentang siapa mereka dan apa yang mereka kerjakan,” ungkapnya.


Share to: