Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Mantan Direktur Media Sosial TKN, Arya Sinulingga/ILC

Arya Sinulingga: Penggunaan Buzzer untuk Politik di Indonesia Rendah

Mantan Direktur Media Sosial Tim Kampanye Nasional (TKN), Arya Sinulingga mengatakan menurut analisa dari Oxford, level penggunaan media sosial untuk politik di Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara lainnya.

Dia juga menyayangkan sebuah media terkemuka yang dinilai mempelintir analisis yang dikeluarkan oleh Oxford.

"Bahwa level, penggunaan sosial media untuk politik dan sebagainya. Indonesia itu masuk kategori yang low, rendah dibandingkan negara-negara lain, Cina dan sebagainya itu sangat tinggi. Indonesia itu termasuk yang rendah," kata Arya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan oleh TV One, Selasa 8 Oktober 2019.

Dia menegaskan, tidak ada satupun pemerintah yang menggunakan dan bermain buzzer terkait permasalahan politik dalam Pilpres 2019.

Selain itu, terkait beberapa aksi yang dilakukan oleh mahasiswa di beberapa daerah dengan menggunakan hastag #gejayanmemanggil dan #MundurlahJokowi, dia mengatakan adalah permainan dari pemain besar yang mendukung Prabowo-Sandi saat Pilres 2019 kemarin.

Pernyatan tersebut, Arya dapatkan dari sebuah analisis dari Drone Emprit, Ismail Fahmi.

"Ada opposite semua, faktanya jelas. Jadi kalau mengatakan, buzzer istana saya pakai, kalau tadi saya pakai analisis mesin saya, dibilang tidak obyektif, saya pakai mesinnya Fahmi, yang selalu dikatakan dia agak pro 02. Walaupun saya tahu, dia sedikit-sedikit saja ke sana, sedikit-sedikit ke sini. Wajar, namanya juga analis," ucapnya.

Terkait, para pendukung Jokowi yang menganggap semua tindakan yang dilakukan olehnya untuk kebaikan bangsa, dia mengatakan hal tersebut adalah wajar dan tidak salah.

"Wajar dong para pendukung pak Jokowi, yang percaya, setiap langkah pak jokowi adalah untuk  kebaikan bangsa, maka mereka mendukung, mereka ngebuzz, ada yang bikin hastag. Mereka mendukung. Apakah salah kalau ada orang mendukung pak Jokowi?," ucapnya

"Ketika ada narasi, yang mendukung pak jokowi, para mendukung yang mendukung itu, apakah salah? Wajar sekali pemerintah punya narasi terhadap semua persoalan yg ada di masyarakat kita," pungkasnya.


Share to: