Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
sumber foto : pixabay

Angin Kencang di Kota Batu, 1182 Warga Mengungsi

1182 warga Sumber Brantas, Kota Batu mengungsi karena angin kencang yang terjadi pada tanggal 19 dan 20 Oktober kemarin. Jumlah ini pun diperkirakan akan terus bertambah karena sebagian warga juga belum mengungsi.

Selain mengungsi, sebanyak 25 warga juga dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata dan RSU Karsa Husada Batu.

Achmad Choirur Rochim, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)mengatakan jika sejumlah korban dirawat di rumah sakit, bahkan ada beberapa yang di opname.

“Ada 25 orang yang di rumah sakit. 4 diantaranya opname. Saya belum lihat datanya kenapa. Kemungkinan itu ada yang ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut),” katanya.

Hingga saat ini, kondisi di wilayah bencana pun belum aman. Ia juga menambahkan jika kecepatan angin yang terjadi sudah menurun menjadi 50 km per jam.

"Tapi barusan ini tadi tim bersama BMKG turun kok anginnya kencang lagi," jelasnya.

Sedangkan Drg Kartika Trisulandari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu mengungkapkan jika orang yang melakukan cek kesehatan pada hari ini sebanyak 225 orang. Dan sejumlah 25 orang pun diwarat di rumah sakit.

"Iya, memang 25 itu-kan sama dengan kemarin. Jadi yang berobat itu datang dan pergi jumlahnya, untuk hari ini saja ada 7 orang menjalani perawatan," ungkapnya.

Ketujuh orang yang menjalani perawatan di Rumah Sakit karena beberapa faktor seperti tesak napas, terkena pecahan kaca hingga ispa.

Untuk perawatan yang dilakukan di Rumah Dinas Walikota Batu ini sendiri terdapat beberapa pasien yang diutamakan, yaitu ibu hamil, bayi, dan lansia.

"Iya, untuk pengungsi ibu hamil, lansia dan balita yang bertempat di Rumah Dinas tetap kita pantau kesehatanya. Untuk semua obat obatan masih mencukupi semua kebutuhan karena ini angin ya tetes mata yang banyak soalnya debu kan," tambahnya.

Untuk mengurangi rasa trauma yang ada, Dinas Kesehatan Kota Batu juga memberikan trauma hilling kepada para koran bencana.


Share to: