Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
sumber foto : pixabay

Tidak Hanya Cari Nafkah, Kisah Ayah yang Ikut Rawat Anak

Menjadi seorang kepala rumah tangga memang mempuyai tanggung jawab untuk mencari nafkah, tetapi tidak hanya itu yang menjadi tugas seorang ayah. Seperti kisah ayah ini yang juga ikut merawat anaknya saat istrinya juga ikut bekerja.

Salah satu ayah yang bernama Halim menjalakan bisnis industri kreatifnya dirumah dan sekaligus merawat ketiga anaknya. Sedangkan istrinya sendiri bekerja di sebuah kantor.

“Aku nikahnya sih sejak awal masuk kuliah S2 dulu, sekarang umur 30-an awal lah. Jadi ya waktu itu sambil ngurusin kuliah, jungkir balik ngurus segala persoalan di awal pernikahan. Alhamdulillah, saat ini udah punya anak 3 walaupun masih mau nambah 2 lagi haha. Istri saat ini kerja kantoran, jadi aku ngurus bisnisku dari rumah. segala macem yang berkaitan dengan desain gitu pokoknya,” ungkapnya.

Selain itu, seorang ART juga membantunya saat ia sedang menjalankan bisnisnya di rumah, ia pun merasa senang bisa bekerja sekaligus tetap dekat dengan anak-anaknya

“Kalau dari pagi sampai jam 3-an gitu ya aku yang ngurus anak dibantuin sama 1 ART. Ya pontang-panting banget sih tapi aku seneng juga jadi bisa deket sama anak-anak, lagian sama istri juga udah saling sepakat kalau sistem kita mau kayak gini. Jadi ya, santai-santai aja. Cuma ya itu, kadang mulut tetangga nggak bisa direm, taunya aku pengangguran banget gitu,” tambahnya.

Dengan pekerjaan yang ia pilih, sempat juga terjadi permasalahan karena dari pihak istrinya yang menganggap ia tidak bekerja dengan benar.

“Dulu pas awal-awal sama mertua juga sempat jadi masalah tapi makin ke sini akhirnya mereka juga paham. Ya, buat kalian para laki-laki di luar sana, nggak perlu malu lo jadi ayah rumah tangga, asal kewajiban sebagai seorang ayah dilakukan bener-bener menurutku nggak masalah kok. Jadi ayah rumah tangga itu nggak kalah keren,” jelasnya.

Selain Halim, ayah lain yang bernama Arda juga mempunyai cerita serupa, dengan isrinya yang berkerja di salah satu BUMN dan ia mengurus bisnis laundrynya yang ia buka di rumah.

“Aku nikah waktu itu umur 22, sekarang umur hampir 26, punya anak 1. Istri alhamdulillah pas banget setelah nikah dia diterima di salah satu perusahaan BUMN dengan gaji 2 digit. Kalau aku ya karena mungkin memang belum dikasih jalan jadi udah daftar ke mana-mana nggak keterima. Sempat malu banget sih apalagi dibandingin sama istri,” ujarnya.

Dengan berbagai pembicaraan yang ia terima, kerja keras yang ia lakukan selama 1,5 tahun ini pun membuahkan hasil dengan jumlah pelanggan yang banyak

“Cuma ya aku nggak mau berhenti di situ gitu, jadi 1,5 tahun lalu aku mulai bikin laundry di rumah, kebetulan tempat tinggal ada di lingkungan kampus jadi ramai pelanggan. Dari awal memang aku yang ngurusin laundry, istri kerja di kantor. Syukur sih sekarang udah punya 4 karyawan jadi bisa membantu banget,” katanya.

Ia juga mengaku suka melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, masak, hingga membantu untuk menyetrika pakaian.

“Kalau misal kerjaan cucian gitu udah dipegang karyawan, ya aku yang bersih-bersih rumah, masakin buat mereka, bantu nyetrika segala macem. Kebetulan anak kadang dibawa kerja sama istri tapi kadang juga ditinggal. Ya kalau aku sendiri sih nggak malu dan nggak masalah. Malah merasa bangga gitu bisa ngerjain semua kerjaan ini, karena ternyata memang berat,” cerita Arda.


Share to: