Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Foto : rri

Walhi Ingatkan Pemkot Bandar Lampung soal Potensi Bencana

Setelah mendapat sosotan dari Mitra Bentala Lampung terkait kerusakan bukit yang ada di Kota Bandar Lampung, sorotan tentang kondisi ekosistem lingkungan di wilayah Bandar Lampung kembali datang dari organisasi pecinta lingkungan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Provinsi Lampung.

Direktur Eksekutif Walhi Provinsi Lampung, Irfan Tri Mustari pada dialog di Pro 1 RRI Bandar Lampung menyatakan, komdisi ekosistem alam diwilayah Kota Bandar Lampung yang merupakan ibukota Provinsi Lampung, saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Walhi Lampung mensinyalir, salah satu penyebab utama wilayah Kota Bandar Lampung selalu terkena bencana alam tahunan seperti banjir saat musim hujan, disebabkan telah rusaknya ekosistem alam, seperti kerusakan bukit dan sungai.

Bahkan menurutnya, kondisi bukit diwilayah Kota Bandar Lampung saat ini sangat menghawatirkan. Berdasarkan data Walhi Lampung lanjut Irfan Tri Musri, dari 33 bukit yang tersebar diwilayah Kota Bandar Lampung, hingga tahun 2019 ini, hanya tersisa tidak lebih dari 5 bukit yang masih dapat dijadikan benteng penyangga bencana alam.

Terkait hal itu Walhi Lampung meminta agar Pemerintah Kota Bandar Lampung, dapat segera mengambil langkah konkrit untuk memperbaiki sekaligus mencegah terjadinya kerusakan alam yang lebih parah, agar masyarakat dapat terhindar dari bencana alam.

"Kalo melihat kondisi alam di Kota Bandar Lampung sangat memprihatinkan, sehingga Pemerintah harus segera melakukan berbagai terobosan untuk mencegah kerusakan alam yang semakin parah, dan berimbas pada timbulnya bencana alam,"tegasnya (31/10/2019).

Sebelumnya kritikan kepada pemerintah Kota Bandar Lampung yang dinilai kurang memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam khususnya kondisi bukit yang ada di Kota berjuluk Tapis Berseri ini, juga datang dari organisasi pecinta lingkungan Mitra Bentala Lampung.

Menurut Direktur organisasi Mitra Bentala Lampung Mashabi, penggerusan bukit yang hingga saat ini masih terus terjadi, tidak terlepas dari berbagai alasan kepentingan, mulai dari aktivitas penambangan batu, hingga kepada program pembangunan dari pemerintah yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Sumber : rri


Share to: