Foto
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) memanfaatkan keberadaan sampah organik dengan menggunakan Reaktor Cacing di Dusun Kuden, Desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Foto: Humas UGM

Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) memanfaatkan keberadaan sampah organik  dengan menggunakan Reaktor Cacing. Dengan reaktor ini, mereka mampu menghasilkan pupuk organik dari tumpukan sampah yang teradapat di Dusun Kuden, Desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

Salah satu tim yakni Naufal Fattah Tastian mengatakan, dusun ini memiliki tutupan lahan yang didominasi oleh vegetasi dan lahan pertanian. Dominasi tutupan lahan ini menghasilkan sampah organik, seperti seresah dan sisa hasil pertanian.

Namun, Naufal menjelaskan, warga Kuden masih mengatasi dan mengolah sampah dengan cara membakar.

"Cara-cara ini mampu menghasilkan polusi dan lingkungan terlihat kotor. Kondisi inipun diperparah dengan adanya penataan dusun yang kurang rapi dan terkesan kumuh. Profesi masyarakat Kuden yang sebagian besar adalah petani dan pengrajin batu bata," kata Naufal di Kampus UGM, Jumat, 21 Juni 2019.

Kepada warga dusun, tim PKM-M mahasiswa UGM yang terdiri dari Naufal Fattah Tastian, Cahyadi Ramadhan, Najmah Munawaroh, Yustika Istifari dan Rahma Aulia Zahra menawarkan solusi program bina lingkungan reaktor cacing guna mengatasi masalah sampah.

“Penggunaan reaktor cacing ini sangat mudah dilakukan dengan cara memasukkan sampah organik ke dalam reaktor yang berbentuk tabung dan terbuat dari bambu,” ujar Naufal, 

Dia menjelaskan proses penguraian akan terjadi di dalam reaktor dan menghasilkan pupuk organik serta mengundang berbagai dekomposer masuk ke dalamnya, termasuk cacing. Pupuk dan cacing yang ada diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan pertanian.

Program bina lingkungan ini, kata Naufal, tidak hanya sebatas pada pengelolaan sampah organik, namun juga pada pengelolaan sampah anorganik. Tim pun memberikan pelatihan pengelolaan sampah anorganik dengan memanfaatkan sampah kemasan plastik menjadi media tanam.

Dengan media tanam ini, ia berharap, dapat menggantikan polybag bagi bibit tanaman palawija. Naufal menjelaskan, pupuk yang digunakan merupakan pupuk hasil reaktor cacing dan hasil dari tanaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi masyarakat Kuden dan dapat dijual untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kepala Dusun Kuden pun mengharapkan adanya keberlanjutan dan pengembangan program sehingga kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah menggunakan reaktor cacing semakin optimal," kata Naufal. 


Share to: