Foto
Tiongkok Luncurkan Senjata Anti Pesawat yang Canggih. Foto: GlobalTimes / dod.defense.gov

Senjata kanon swa-gerak anti pesawat yang baru digunakan oleh Tiongkok selama latihan komprehensif yang dilakukan oleh Akademi Artileri dan Pertahanan Udara Tentara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang dimulai pada 17 Mei 2019 lalu.

Pihak China mengungkapkan bahwa senjata anti-pesawat kanon swa-gerak telah siap satu pekan sebelumnya, para ahli militer mengatakan artileri tersebut sangat mobile dan dapat mengatasi ancaman dari senjata presisi seperti drone dan rudal jelajah yang bergerak sangat cepat.

Melansir dari laman Global Times yang mengutip dari Sina Weibo, senjata anti-pesawat itu tampaknya didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda delapan, dengan meriam tunggal kaliber 35 milimeter sebagai senjata utamanya.

Senjata itu dikerahkan dalam latihan yang dilakukan oleh Akademi Artileri dan Pertahanan Udara PLA, yang dimulai pada 17 Mei 2019 lalu, menurut laporan Harian PLA.

Wei Dongxu, seorang analis militer yang berbasis di Beijing, mengatakan kepada Global Times pada hari Senin bahwa kemunculan senjata dalam laporan Harian PLA menunjukkan teknologinya telah matang dan senjata itu mungkin telah ditugaskan ke dalam militer Cina.

Salah satu yang menarik dari senjata ini adalah rodanya, yang memungkinkan senjata anti-pesawat swa-gerak baru memiliki mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan bersenjata yang sudah ada dalam layanan PLA dan menggunakan roda rantai, dan lebih cocok untuk operasi off-road, Kata Wei.

Mobilitas tinggi juga berarti senjata itu dapat mengkover wilayah udara yang lebih luas, lebih sulit dideteksi dan lebih mampu bertahan dari serangan musuh, catat para analis. Laporan itu tidak menguraikan tipe amunisi, juga tidak menjelaskan sitem pembidiknya.

Senjata itu kemungkinan dilengkapi dengan sistem pengarah elektro-optik yang dapat mengirim amunisi 35 milimeter secara akurat mencegat target di udara, termasuk drone dan rudal jelajah, prediksi Wei.

Benda-benda di udara mungkin bukan satu-satunya sasaran senjata baru, kata Wei, dan jika diarahkan secara horizontal, meriam itu juga bisa berfungsi sebagai senjata yang sangat kuat terhadap sasaran darat seperti kendaraan lapis baja ringan dan benteng.


Share to: