Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Presiden Jokowi di KTT Asean ke-34 di Bangkok (Instagram)

KTT ASEAN Bangkok, Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama Maritim di Asean

Presiden Joko Widodo dalam forum  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-13 mengatakan saat ini tengah mendorong upaya kerja sama yang konkret dalam bidang maritim. 

"Isu terkait ketersediaan komoditas, nilai jasa angkutan, serta relaksasi regulasi perlu kita percepat. 'Monitoring' dan evaluasi harus dilakukan guna mencapai visi BIMP EAGA 2025," kata Presiden Joko Widodo ketika berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-13 yang dihelat di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Minggu 23 Juni 2019. 

Kerja sama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) menurut Jokowi,  merupakan sebuah forum yang tepat untuk majukan kerja sama antara wilayah negara di kawasan Asean. Sehingga, jelas Jokowi pembangunan ekonomi dan kemakmuran juga dapat dirasakan bersama. 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang sangat percaya manfaat kerja sama. Untuk itu, Jokowi sangat menyambut baik kerjasama yang konkrit antara empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan tiga hal. Yaitu, kerja sama konektivitas harus terus dorong, tidak saja infrastruktur fisik namun juga infrastruktur teknologi.  

"Kita harus terus tingkatkan ketersediaan infrastruktur ICT (Information Communication Technology) guna mendukung pertumbuhan ekonomi baru ekonomi digital," ujarnya. 

Selain itu, Jokowi menlanjutkan kita harus memaksimalkan pemanfaatan jalur-jalur konektivitas yang sudah ada. Contohnya pelayaran Bitung-Davao maupun penerbangan Manado-Davao. 

Kedua, Jokowi mengingatkan agar potensi maritim perlu terus ditingkatkan. Sebab, menurut dia program pemberdayaan ekonomi berbasis kelautan yang inklusif harus didukung. 

Di Indonesia sendiri, dia mencontohkan, memiliki Aruna "start up" perdagangan perikanan yang berhasil meningkatkan pendapatan nelayan hingga 20 persen. Langkah inovatif seperti ini, menurut dia harus menjadi salah satu fokus kita ke depan. 

"Sektor pariwisata bahari dengan melibatkan masyarakat luas perlu terus dikembangkan, seperti konsep ekowisata berbasis masyarakat dan wisata 'cruise' dan 'yacht'," ucap Presiden Jokowi. 

Ketiga, Presiden Jokowi minta jejaring kerja diantara kalangan swasta utamanya melalui BIMP-EAGA Business Council harus diperkuat. 

Jokowi  menyampaikan bahwa Indonesia melihat adanya urgensi untuk membentuk Sekretariat Bersama BIMP-EAGA guna mendukung implementasi berbagai program dalam visi BIMP-EAGA 2025. 

Untuk itu, Jokowi juga ingin menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap masalah keamanan di sub-kawasan. Termasuk berbagai ancaman keamanan seperti penculikan di laut, mengganggu kegiatan ekonomi, khususnya potensi ekonomi maritim. 

"Untuk itu efektifitas kerja sama keamanan perlu terus ditingkatkan,” tegasnya. (Ahmad Mikail Diponegoro)


Share to: