Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Mengenal Penyakit Kanker Paru-paru yang Diderita Sutopo. Foto: Instagram @sutopopurwo

Mengenal Penyakit Kanker Paru-paru yang Diderita Sutopo

Indonesia baru-baru ini diselimuti duka pada Minggu 7 Juli 2019 dini hari karena kehilangan sosok penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia sosok yang dinilai baik oleh masyarakat, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Almarhum Sutopo diketahui menderita sakit kanker paru yang telah menyebar ke tulang dan organ lain di tubuhnya.

Kanker paru adalah salah satu jenis kanker dengan jumlah penderita paling banyak di dunia. Data Global Burden of Cancer (Globocan) mengungkap, bahwa ada 2,1 juta kasus kanker baru dan 1,8 juta kematian akibat kanker itu pada 2018.

Untuk diketahui juga kanker jenis ini terbilang mematikan. Indonesian Cancer Information & Support Center (CISC) mengatakan, 14 persen kematian penderita kanker di Indonesia disebabkan oleh kanker paru.

dr. Evlina Suzanna, SpPA(K), dokter spesialis patologi anatomi RS Kanker Dharmais juga membenarkan bahwa penyakit kanker paru-paru ini menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia.

"Data menunjukkan bahwa kanker paru adalah kanker pembunuh nomor satu di Indonesia, dengan jenis terbanyak adenokarsinoma," ujar Evlina pada November 2018 lalu.

"Setiap tahun terdapat 30.023 pasien terdiagnosis kanker paru, dan dari angka tersebut, sekitar 26.000 pasien kanker paru yang meninggal," tambahnya.

Menurutnya, sifat mematikan kanker paru ini karena mudahnya kanker di organ paru untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hal ini dikarenakan paru-paru adalah organ respirasi yang berhubungan dengan sistem peredaran darah, sehingga sangat mudah bagi kanker di paru-paru untuk menyebar ke seluruh tubuh.

Secara umum, kondisi kanker paru terbagi atas empat stadium. Pada stadium I, tumor berada di satu sisi paru-paru. Pada stadium II, tumor tumbuh di nodus limfa atau jaringan sekitarnya. Sementara pada stadium III, tumor telah menyebar ke dalam rongga dada dan nodus-nodus limfa utama. Adapun pada stadium IV, kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti hati atau tulang.


Share to: