Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Menkumham Yasonna H. Laoly menjawab wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (8/7) sore. Foto: Humas Setkab

Menkumham Pastikan Pemerintah Beri Perhatian Serius Kasus Baiq Nuril

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly memastikan pemerintah memberikan perhatian sangat serius terhadap kasus Baiq Nuril, guru SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia terlibat kasus perekaman pelecehan seksual dan harus menjalani hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta. Kasus tersebut ditolak Mahkamah Agung ketika ia mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

“Sore ini jam 4 kita akan telaah. Kalau grasi kan sudah tidak mungkin, karena kalau grasi itu, menurut undang-undang tentang grasi, hukumannya harus 2 tahun untuk memohon grasi, dan ini kan cuma 6 bulan,” kata Yasonna usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jabar, Senin (8/7) sore.

Menurut Yasonna, Baiq Nuril telah datang bersama anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke kantornya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Salah satu opsi yang akan dikaji Kementerian Hukum dan HAM, menurut Yasonna, adalah amnesti, yang juga pernah dilakukan untuk perorangan.

Meskipun dalam praktik yang pernah ada, kata Yasonna, amnesti adalah untuk kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan politik besar seperti zaman PRRI oleh Bung Karno, kemudian pernah Muchtar Pakpahan oleh Pak Habibie, kemudian Budiman Sudjatmiko karena kejahatan yang dianggap ada kaitannya dengan politik.

“Tapi ini juga tidak sebetulnya tidak ada dibatasi yang jelas tentang hal itu maka kita akan mempelajari secara mendalam soal itu hari ini. Malam ini juga saya juga mengundang beberapa teman-teman pakar untuk mendiskusikan ini dalam bentuk FGD (Focus Group Discussion),” kata Yasonna.

Ia memastikan, pihaknya betul-betul memberikan perhatian yang sangat serius tentang kasus ini dan mencari jalan keluar untuk disampaikan kepada Presiden.

Untuk itu, kata Yasonna, pihaknya akan membicarakan masalah ini dengan pengacara Baiq Nuril, dan Rieke Diah Pitaloka, kemudian mendiskusikan pendekatan yang paling tepat pada kasus ini.

“Memang dari yang kita lihat ya amnesti. Kan ini betul-betul karena sudah menarik perhatian publik, ada rasa keadilan yang harus kita perhatikan benar-benar tentang kasus ini. Itu sebabnya menjadi perhatian serius kita. Kita pilih kepastian hukum atau keadilan. Tentu ini akan menjadi perhatian kita,” ujar Yasonna.

Sumber: Setkab


Share to: