Foto
Illustrasi. Foto: Pixabay

Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi menyebut bahwa kekuatan militer Iran mampu mencegah serangan militer AS. 

“Orang Amerika takut dengan kekuatan militer Iran, itulah alasan di balik keputusan mereka untuk membatalkan keputusan menyerang Iran,” kata Mahmoud Alavi, seperti yang dikutip dari laman Sputniknews, pada Selasa 9 Juli 2019.

Dia juga menambahkan bahwa jika AS mencabut sanksi dan Pemimpin Tertinggi Khamenei mengizinkan pihak Teheran dan Washington untuk melakukan pertemuan.

“Mengadakan pembicaraan dengan Amerika hanya dapat ditinjau oleh Iran jika (Presiden AS Donald Trump mengangkat sanksi dan para pemimpin tertinggi kita memberikan izin untuk mengadakan pembicaraan seperti itu,” tandas Mahmoud Alavi.

Diketahui sebelumnya Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat sejak Teheran menjatuhkan Drone Amerika. Pertahanan udara Iran menembak jatuh drone Amerika, yang terbang di atas Selat Hormuz.

Teheran menyatakan bahwa pesawat tak berawak itu telah melanggar wilayah udaranya dan gagal menanggapi berbagai peringatan, kemudian menyajikan peta, menunjukkan jalur penerbangan pesawat tak berawak.

Pihak Iran juga mencatat bahwa pada saat yang sama pasukannya mendeteksi pesawat mata-mata P-8 Poseidon, yang juga melanggar wilayah udara negara itu, tetapi memilih untuk tidak menembak jatuh untuk menghindari korban.

Sementara itu pihak AS juga mengatakan bahwa Drone itu terbang di atas perairan netral. Hubungan antara kedua negara itu berubah menjadi lebih buruk setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan menjatuhkan sanksi terhadap sektor energi, perbankan dan pengiriman Iran.


Share to: