Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Sesaknya Penjara Ubah Napi Jadi LGBT?. Foto: Pixabay

Sesaknya Penjara Ubah Napi Jadi LGBT?

Baru-baru ini ramai diperbincangkan mengenai sel penjara yang melebihi kapastitas menyebabkan tahanan lapas marak melakukan hubungan sesama jenis, baik pria maupun wanita.

Diketahui fenomena tersebut sebelumnya juga sudah menjadi rahasia umum bagi masyarkat luas.

Setidaknya hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak yang mengungkapkan bahwa sel yang penuh membuat sejumlah narapidana menjadi homoseksual dan lesbian.

"Ini sudah over crowded. Ibarat kata, di kamar narapidana, kaki ketemu kaki, kepala ketemu kepala, badan ketemu badan. Dampaknya munculnya homoseksualitas dan lesbian," ujar Liberti dalam acara yang dihadiri 2.000-an petugas lapas dan imigrasi, di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Senin 8 Juli 2019 lalu.

Menanggapi hal tersebut, aktivis pembela hak kaum LGBT di Indonesia mengungkapkan tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

"Orientasi seksual dan tindakan seksual tidak selalu sinkron," kata Pembina Yayasan GAYa NUSANTARA, organisasi hak pembela LGBTIQ, Dede Oetomo, kepada wartawan 10 Juli 2019.

Menurutnya, napi yang dulu tertarik dengan lawan jenis (heteroseksual) tak lantas berubah menjadi suka sesama jenis (homoseksual atau lesbian) hanya karena dipaksa oleh keadaan berhubungan seksual dengan sesama jenisnya di penjara. Namun, kemungkinan seseorang akan pasif saja menerima perlakuan seksual di dalam penjara.

"Orientasi seksualnya sendiri tidak berubah dan data menunjukkan bahwa ada orang yang bisa melakukan tindakan seks tertentu tanpa harus punya orientasinya." ungkap Dede. 

Selain itu, aktivis pembela hak-LGBT itu menilai pernyataan yang dilontarkan oleh Liberti Sitinjak juga tidak tepat karena dia menyebutkan orientasi, bahkan identitas seksual.

"Iya salah, karena dia menyebutkan orientasi, bahkan identitas seksual. Kemungkinan besar yang terjadi hanya perilaku seks sesama gender saja," lanjutnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kemenkum HAM Jawa Barat akan memberikan penanganan khusus untuk warga binaan yang punya orientasi seks menyimpang. 

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum HAM Jabar Abdul Aris mengungkapkan akan memindahkan warga binaan yang mengalami homoseksual dan lesbian akan dipidnahkan ke sel terpisah.

"Ketahuannya ya sering berduaan, makanya kalau udah begitu kita ambil langkah, tindakan," ungkap Aris via saat dihubungi awak media, Senin 8 Juli 2019 lalu.

Ia menuturkan warga binaan yang terindikasi homoseksual dan lesbian akan dilakukan assessment terlebih dahulu. Nantinya yang terbukti akan dipisahkan dari warga binaan lainnya.

"Iya, kan dicek kamarnya, sudah berapa lama dia di situ, udah sejak kapan dia melakukan itu. Jadi terhadap pasangan itu dipisah, keduanya dipindahkan," tandasnya.

Dia mengaku belum memiliki data jumlah warga binaan yang mengalami seks menyimpang. Ia memastikan jumlahnya tidak signifikan.

"Kita belum punya data lengkap. Tapi itu hanya beberapa kasus saja, persentasenya belum kita teliti lagi. Kita belum bisa sebutkan (lapas mana saja)," tutur dia.

Menurut Aris, tindakan yang sama juga berlaku kepada warga binaan lapas wanita. Warga binaan yang terindikasi lesbian akan dipindahkan ke sel lain.


Share to: