Foto
Presiden Tunisia Beji Caid Essabsi saat berada di kantornya Sumber:The New York Times

Presiden Tunisia Beji Caid Essabsi yang merupakan pemimpin tertua di dunia setelah Ratu Elizabeth meninggal dunia. Essabsi dikenal sebagai tokoh demokrasi Tunisia. Dia juga menjadi tokoh penting yang berkontribusi di Tunisia.

Dilansir The New York Times, dalam karir politik lebih yang dijalani lebih dari 60 tahun, Essebsi adalah satu-satunya politisi senior di Tunisia yang memegang jabatan politik dalam demokrasi Tunisia.

Dia juga menjadi tokoh yang melepas Tunisia di bawah kediktatoran Habib Bourguiba sebelumnya. Kalangan pemerintah memanggilnya salah satu dari "orang-orang terhebat di Tunisia dan salah satu dari mereka yang berkontribusi paling besar dalam pembangunan di Tunisia."

Essebsi pensiun pada 2011 dari perdana menteri sementara sampai pemilihan majelis konstituante, setelah pemberontakan yang mengakhiri 23 tahun kekuasaan Ben Ali.

Pemberontakan di Tunisia juga memicu protes antipemerintah dan pemberontakan di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah yang dikenal sebagai Arab Spring.

Essabsi masuk ke dalam sebuah rumah sakit karena sakit yang dideritanya pada akhir Juni. Dia dilaporkan kembali masuk ke dalam ruang gawat darurat.

Beberapa pemimpin dunia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam terhadap pemimpin negara paling utara di Afrika ini. Bahkan, Presiden Joko Widodo juga tidak tidak ketinggalan menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Presiden Beji Caid Essabsi.

"Atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia,  saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Presiden Tunisia, Beji Caid Essabsi," kata Jokowi melalui akun twitternya yang dipantau oleh Vertanews, Jakarta, Jumat 26 Juli 2019.

Khawatir terjadinya kekosongan kekuasaan menjelang pemilu pada November mendatang, akhirnya diputuskan untuk mengangkat Ketua Parlemen Mohamed Ennaceur untuk menjadi Presiden sementara Republik Tunisia beberapa jam setelah Essabsi meninggal dunia

Pelantikan Mohamed Ennceur sebagai Presiden sementara Tunisia untuk mempelancar transisi kekuasaan menjelang pemilu pada November mendatang.(Mikail Diponegoro)


Share to: