Foto
Manfaat Jus Seledri Untuk Tubuh (Foto: Pixabay)

Seledri sangat tinggi seratnya yang bisa membuat kita merasa kenyang. Seledri juga kaya akan vitamin, mineral, zat-zat bermanfaat bagi tubuh kita. 

Jus seledri sangat rendah gula dan kalori yang tidak seperti jus buah dan sayuran lainnya, satu gelas jus memiliki kurang gula dan kalori dibandingkan satu wortel ukuran sedang, dilansir dari laman Brightside.me 

Tetapi, jika Anda mengonsumsi jus seledri di pagi hari. Ini beberapa manfaatnya untuk tubuh Anda. 

1. Ini mencegah masalah penglihatan

Seledri sangat tinggi vitamin A dan vitamin ini memainkan peran penting dalam penglihatan. Ini melindungi permukaan mata dari bakteri dan virus. Vitamin A juga membantu mencegah perkembangan masalah penglihatan yang berkaitan dengan usia seperti katarak.

2.  Ini mengurangi risiko kanker

Seledri mengandung luteolin dan peneliti menemukan bahwa elemen ini melemahkan sel kanker dan membuatnya lebih rentan terhadap pengobatan. Seledri telah digunakan dalam pengobatan Cina sebagai agen anti-kanker sejak lama.

3.  Ini mengatur keseimbangan cairan

Seledri sangat tinggi kalium dan mineral, ini memainkan peran penting dalam banyak proses dalam tubuh kita. Para ilmuwan percaya bahwa kalium adalah mineral terpenting ketiga bagi tubuh kita agar berfungsi dengan baik. 

4. Mencegah diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 menjadi masalah kesehatan serius bagi dunia modern. Diperkirakan pada tahun 2030, lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia akan menderita penyakit ini. Seledri adalah salah satu cara alami untuk mencegahnya terjadi. Ini mengandung banyak vitamin K dan sebuah penelitian telah membuktikan bahwa vitamin K meningkatkan sensitivitas kita terhadap insulin.

5. Tinggi folat

Folat adalah salah satu vitamin B-kelompok dan merupakan elemen penting untuk sel darah merah dan putih di sumsum tulang, juga berperan penting dalam mengubah karbohidrat menjadi energi, memecah protein, dan memproduksi DNA. Hanya satu cangkir jus seledri mengandung 145 mikrogram folat yang lebih dari 36% dari asupan yang direkomendasikan untuk pria dan wanita, dan 29% untuk wanita hamil dan menyusui.


Share to: