Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
BNPD

Sosialisasi Perangkat Desa, Penilaian Ketangguhan Desa dan Pembuatan Peta Jalur Evakuasi Tsunami

Sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada perangkat desa dan penilaian ketangguhan desa merupakan salah satu rangkaian kegiatan ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) tsunami. Saat ini masuk dalam regional Jawa, Segmen 3 Jawa Barat, di Pelabuhan Ratu, Sukabumi (12/8).

Penilaian ketangguhan bencana tingkat desa/kelurahan merupakan perangkat alat hitung ketangguhan desa melalui indikator-indikator dan komponen yang telah disusun. Ada 5 komponen dan 28 indikator dalam penilaian ketangguhan desa. Kelima komponen tersebut mencakup (1) Kualitas dan akses pelayanan dasar (2) Dasar sistem penanggulangan bencana (3) Pengelolaan risiko bencana (4) Kesiapsiagaan darurat (5) Kesiapsiagaan Pemulihan.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak tanggal 2-12 Agustus 2019 dan menyambangi 5 Kabupaten (Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Sukabumi) dengan 7 titik lokasi pelaksanaan. Menghadirkan 10 orang narasumber dari BNPB, BMKG, BSN, Kemendes, Unpad dan dipandu 1 orang moderator dari Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana / FPT-PRB. 

Total ada kurang lebih 103 desa rawan tsunami mengikuti kegiatan ini dan dihadiri 750-1000 orang berasal dari perangkat desa, babinsa, bpd, tokoh masyarakat terpapar sosialisasi, terlibat aktif dalam mengisi PKD dan menyusun peta jalur evakuasi tsunami. Ada 18 Perguruan Tinggi di Jawa Barat dan 5 Kabupaten pesisir selatan terlibat dengan 46 fasilitator membantu diskusi penyusunan peta jalur evakuasi tsunami dan pengisian PKD serta penginputan data untuk mendapatkan hasil penilaian.

Sebagai mana yang disampaikan oleh Wartono, Kasubdit peran  organisasi sosial masyarakat, BNPB “kegiatan sosialisasi kepada perangkat desa ini bertujuan untuk  membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana dan tindak lanjut dari kegiatan ini diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh stakeholders terkait”. Adwin Singarimbun selaku kepala seksi kesiapsiagaan mengatakan “hasil evaluasi dan penilaian PKD ini akan ditindaklanjuti oleh BPBD Provinsi Jawa Barat diantaranya penyediaan rambu bencana, jalur evakuasi dan papan informasi bencana serta  pelatihan fasilitator desa tangguh bencana”. Fery Irawan dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan “Penilaian Ketangguhan Desa dapat  mencerminkan ketangguhan masyarakat desa dan menjadi pekerjaan rumah berikutnya dalam menindaklanjuti temuan lapangan” ucapnya.

BNPB yang diwakili oleh Wartono selaku koordinator segmen 3 Jawa barat juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini diantaranya BMKG, BSN, Kemendes, BPBD Jabar, BPBD Kab Pangandaran, BPBD Kab Tasikmalaya, BPBD Kab Garut, BPBD Kab Cianjur, BPBD Kab Sukabumi, FPT-PRB Jabar, Fasnas UPN, ITB, UNPAD, Universitas Kuningan, IAI Az-Zaitun Indramayu, Akper Saifudin Zuhri Indramayu, Universitas Maranatha, Politeknik Perikanan Kelautan Pangandaran, UNPAD Pangandaran, Kesmas Poltekes Respati, Universitas Tasikmalaya, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Poltekes Tasikmalaya, IAIC, Universitas Garut, UNPI Cianjur, UNSUR Cianjur, UMMI Sukabumi, STH Sukabumi, IABI Jabar, dan perangkat desa, babinsa, bpd dan warga seluruh desa yang berpartisipasi. 

Sumber : BNPD 


Share to: