Vertanews - Portal Berita Terbaru Berita Viral Terbaru
Foto
Personel TPNPB. Foto: Facebook

Briptu Hedar Gugur Ditembak OPM, Goliath Tabuni Serukan Persatuan Para Panglima

Menyusul tewasnya anggota polisi asal Barru yang bertugas di Polda Papua, Briptu Hedar oleh Organisasi Papua Merdeka-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (OPM-TPNPB), OPM-TPNPB mengumumkan menolak ide pembentukan tentara Papua Barat di bawah komando United Liberation for West Papua (ULMWP) pimpinan Benny Wenda.

Panglima Tinggi TPNPB Gen. Goliath Tabuni mengumumkan penolakan itu melalui akun Facebook TPNPB. Pernyataan itu dikeluarkan seusai peristiwa penembakan yang dialami Briptu Heidar dan pengakuan TPNPB yang menjadi pelaku pembunuhan itu.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan siaran Pers secara resmi atas sikap Panglima Tinggi TPNPB-OPM Gen. Goliath Tabuni dan semua Perwira serta Panglima-Panglima KODAP TPNPB-OPM se-Tanah Papua, yang mana pada Tanggal 1 Agustus 2019 secara resmi mereka menolak hasil Kongres Luar Biasa ULMWP yang telah membentuk Militer tandingan yaitu West Papua Army Oleh TRWP dan ULMWP,” tulis akun tersebut.

Penolakan itu dilatarbelakangi karena selama kurang lebih 4 tahun terakhir Panglima Tinggi TPNPB-OPM Gen. Goliath Tabuni dinilai diprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Dimana para provokator ini dengan janji-janji yang muluk telah hasud Gen. Goliath Tabuni. Namun setelah 4 tahuntelah lewati, ternyata janji-janji itu adalah janji-janji kosong, sehinggal Gen. Goliath Tabuni merasa telah ditipu dan menyesal kemudian berniat baik untuk bersatu kembali dengan semua pimpinan TPNPB-OPM se-tanah Papua,’ kata keterangan itu.

Sementara itu terkait penembakan yang menewaskan Brigpol Anumerta Hedar, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta aparat keamanan tak segan menyerang balik pelaku.

"Apabila ada yang menyerang aparat polisi negara harus diselesaikan, harus diserang balik. Itu harus. Kalau diterima begitu saja itu salah," ujar JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019. 

Pernyataan yang sama dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Universitas Padjajaran (Unpad), Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 14 Agustus 2019. Polri menegaskan akan mengejar kelompok tersebut hingga tertangkap.

"Jelas kita kejar karena itu namanya perbuatan melawan hukum, menghilangkan nyawa seseorang. Kita akan tangkap ke mana pun mereka lari," kata Iqbal.

Briptu Hedar gugur seusai ditembak KKB di Distrik Usir, Kabupaten Puncak, Papua. Saat itu Hedar dan rekannya, Bripka Alfonso, tengah menyelidiki dengan menyamar. Saat Hedar disergap, Alfonso melarikan diri dan melaporkan kejadian itu ke Polres setempat.


Share to: